rss

Cara Melaksanakan Shalat Gerhana (Matahari dan Bulan)

Kalo gak salah hari ini diprediksi akan ada Gerhana Matahari oleh beberapa media baik di internet maupun stasiun tv (detiknews,dll), ada baiknya selaku umat islam melaksanakan shalat sunnah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW serta firman Allah SWT:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٥)

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada orang-orang yang mengetahui” (Yunus:5)


Shalat dua gerhana atau disebut juga Shalat Kusufain adalah shalat karena gerhana bulan dan gerhana matahari. Kalau gerhana bulan kita lakukan shalat Khusuf, dan kalau gerhana matahari kita lakukan shalat Kusuf, kedua shalat ini hukumnya sunnah muakkad.


Waktu melaksanakan shalat gerhana matahari yaitu dari timbul gerhana itu sampai matahari kembali sebagaimana biasa, atau sampai terbenam. Sedang shalat gerhana bulan waktunya mulai dari terjadinya gerhana itu samapi terbit kembali, atau sampai bulan nampak utuh.


Cara melaksanakannya,


Pertama : Shalat dua raka'at sebagaimana shalat biasa, boleh dilakukan sendiri-sendiri tetapi lebih utama dilakukan berjama'ah.


Kedua :
  • Shalat dua raka'at dengan 4 kali ruku', dan 4 kali sujud, yakni pada raka'at pertama sesudah ruku' dan I'tidal membaca surat Al-Fatihah lagi, kemudain terus ruku' sekali lagi dan I'tidal lagi, kemudian ters sujud sebagaimana biasa.
  • Pada raka'at kedua juga dilakukan seperti pada raka'at yang pertama. Dengan demikian shalat gerhana itu semuanya ada 4 ruku', 4 Fatihah dan 4 Sujud.
  • Bacaan Fatihah dan surat dalam shalat gerhana bulan dinyaringkan, sedang dalam gerhana matahari tidak dinyaringkan. Dalam membaca surat pada tiap-tiap raka'at disunnahkan membaca surat-surat yang panjang.
  • Jika shalat gerhana itu dikerjakan seperti shalat biasa dua raka'at dengan dua ruku', maka tidak ada halangan, yakni cukup sah pula.
Lafazh / Niatnya (Gerhana Bulan) :
(dalam bahasa indonesia) : USHALLI SUNNATAL KHUSUUFI RAK'ATAINI LILLAHI TA'ALAA. ALLAHUAKBAR.
artinya : "Aku niat shalat gerhana bulan dua raka'at, karena Allah Ta'ala".


Lafazh / Niatnya (Gerhana Matahari) :
(dalam bahasa indonesia) : USHALLI SUNNATAL KUSUUFI RAK'ATAINI LILLAHI TA'ALA. ALLAHUAKBAR.
artinya : "Aku niat shalat gerhana matahari dua raka'at, karena Allah Ta'ala"
Related Posts with Thumbnails