rss

AUTHOR

My photo
I just want to share what I know..so thank you for visit,regards.
Nyalakan lampu depan anda ketika mengendarai sepeda motor di siang hari, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain!
Bookmark and Share
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Mari menilai diri sendiri

Di Postingan pertama ini (maksudnya awal 2010 hehehe..), sebelumnya gue mau ngucapin selamat tinggal tahun 2009, dan selamat datang tahun 2010. Banyak hal yang sudah kita lalui di tahun lalu, semoga hal baik akan selalu bisa kita kembangkan dan kita jaga. Nah..tak lupa juga kita berdo'a dan berusaha di tahun ini untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas diri dalam beribadah maupun hal lainnya, karena hidup adalah aktifitas. Bicara hal baik tentunya ada hal buruk pula, nah...kali ini gue dapet pencerahan dari seorang sahabat, so check it out.

Dahulu, ketika kita kecil hal apakah yang membuat diri kita seperti sekarang? coba diingat dan direnungkan. Lupa? Gini deh, apa yang orang tua kita berikan pertama kali kepada kita saat itu dan apa hasilnya pada diri kita sekarang..baik kah? atau buruk kah? atau kita sendiri sekarang sedang bingung menilai diri kita? tidak usah bingung, berikut ini 3 cara menilai diri sendiri :

1. Sebuah NAMA, coba tanyakan kepada orang tua kita sendiri apa alasan mereka memberikan sebuah nama kepada kita saat itu. Jika memiliki arti maka terus kembangkan potensi kita sesuai dengan alasan mereka memberikan sebuah nama kepada kita, namun jika orang tua kita tidak beralasan memberikan sebuah nama pada saat itu maka sekaranglah saatnya kita berusaha untuk membentuk sebuah arti dari nama kita. Tidak ada satupun orang tua yang memberikan sebuah nama buruk untuk buah hatinya, jadi jika kita pernah berkelakuan buruk maka sekaranglah saatnya untuk kita berkelakuan baik seperti nama yang selalu dibawa tiap hembusan nafas kita.

Contoh : Sebut saja sebuah nama A, nama beliau tidak beralasan dari orang tua nya, maka si A ini harus menjadi panutan yang baik bagi si B,C,D dan seterusnya sampai si Z.

2. Sebuah KEGAGALAN, apa kegagalan terbesar sepanjang hidup kita? coba diingat dan dicatat. Berikutnya, apa alasan kita menganggap bahwa kegagalan tersebut adalah yang terbesar? Begini, pada dasarnya tidak pernah ada istilah "Kegagalan Terbesar" dalam hidup seorang anak manusia kecuali ia telah mati akan tetapi hanya ada istilah "Kesuksesan Terbesar" selama kita masih hidup. Jadi, selama kita masih bisa bernafas maka kita masih berpeluang menciptakan kesuksesan terbesar! catatlah dan kumpulkan kegagalan kecil yang pernah anda lakukan dahulu dan tulislah yang berlawanan dengan kegagalan kecil tersebut maka disitulah anda akan menemukan sebuah jejak menuju keberhasilan besar. Ada istilah "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda", percaya atau tidak istilah ini hanya berlaku bagi mereka yang mau melakukan perbandingan. Nasib malang bagi mereka yang tidak melakukan perbandingan, karena mereka akan selalu kehilangan jejak menuju keberhasilan besar.

Contoh : Seorang ilmuwan terkenal, Albert Einstein. Beliau pernah melalui kegagalan puluhan bahkan sampai ribuan kali namun pada akhirnya dia mencapai kesuksesan dan kesuksesan beliau pun kita rasakan sampai beliau wafat. Beliau belajar dari kegagalan dan selalu berinovasi mencoba hal baru untuk mencapainya, tentunya ini bukti bahwa beliau tidak pernah menemukan kegagalan terbesar sepanjang hidupnya. Tidak ada bedanya dengan kita bukan?? selamat mencoba dan mencoba :)

3. Sebuah KEHORMATAN, apakah kita termasuk tipikal orang yang selalu menghormati orang lain? atau sebaliknya..kita termasuk orang yang tidak dihormati oleh orang lain? Dalam hal hormat menghormati tentunya kita sudah sering diajarkan bahkan sejak sekolah dasar, nah..sekarang catatlah sudah sejauh mana kita memiliki rasa hormat menghormati! Dimulai dari Diri kita,Keluarga kita (Ayah,Ibu, Adik dan Kakak), Sahabat kita maupun tetangga kita. Setelah kita mencatatnya dan kembali melakukan perbandingan maka kita bakal nemuin tuh yang namanya rasa hormat baik didalam diri maupun untuk orang lain.

Contoh : Si A selalu dihina setiap harinya, namun ia tetap tersenyum dan selalu berusaha menghormati si B s/d si Z dengan mempelajari alasan orang lain tidak menghormatinya lalu memperbaiki diri maka tidak menutup kemungkinan si A akan dihormati sepanjang hidupnya.

Rasanya dengan tiga cara diatas, kita sudah bisa menilai siapa kita dan apa yang akan kita lakukan selanjutnya untuk diri ini dan orang lain terutama untuk keluarga kita (Anak dan Istri) sendiri nantinya.

Special thanks to my friend, Maymain.

Kerja Keras Adalah Energi Kita

Pertamax!!! ketika ada orang yang menyebutkan kata tersebut sudah dipastikan orang akan berkiblat ke pom bensin berlabel Pertamina namun bagi sebagian netter (pengguna internet) akan teringat sebuah situs terkenal yaitu Kaskus.us (terutama gue pribadi hehehe.. ), Entah kenapa istilah Pertamax sering digunakan di situs besar itu? tapi menurut gue sih orang yang pertama kali berkomentar dengan kata-kata Pertamax di situs besar itu kemungkinan besarnya pengguna Pertamax dari Pertamina. Tapi kali ini gue gak membahas asal muasal kata-kata pertamax, itu cuma awal dari pembahasan gue mengenai sepak terjang si Pertamina di nusantara tercinta ini hehehe...

Berdasarkan hasil telusur om Wiki (kerabat dekatnya om Google) Asal usul nama Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968.PT Pertamina (Persero) (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Dikatakan juga bahwasanya Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. Direktur utama (Dirut) yang menjabat saat ini adalah Karen Agustiawan yang dilantik oleh Menneg BUMN Syofan Djalil pada 5 Februari 2009 menggantikan Dirut yang lama Ari Hernanto Soemarno. Pelantikan Karen Agustiawan ini mencatat sejarah penting karena ia menjadi wanita pertama yang berhasil menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN terbesar milik Indonesia itu. (sumber info: wikipedia.org)

Dahulu penggunaan gas untuk memasak hanya dirambah oleh mereka yang memiliki finansial tinggi namun kini berkat kerja keras upaya PT.Pertamina dalam hal melakukan pelayanan kemudahan dan ekonomis kini kita bisa mendapatkan gas berukuran 3kilogram dengan harga cuma Rp.14ribuan tentunya hal ini adalah salah satu langkah cemerlang PT.Pertamina dalam membakar melayani kebutuhan masyarakat menengah kebawah di Indonesia. Tidak hanya itu, Pertamina pun menyediakan pengisian bahan bakar kendaraan hampir di tiap pelosok nusantara.


"Kerja Keras Adalah Energi Kita" Sebuah kalimat motivasi yang dikeluarkan oleh PT.Pertamina belakangan ini, sejujurnya gue lumayan tercubit ketika mendengar kalimat tersebut, sebuah energi adalah suatu hasil penciptaan dari Kerja Keras. Bayangkan tanpa adanya kerja keras dalam keseharian kita, bukan energi yang kita dapat melainkan hanyalah rasa malas dan seterusnya. sebagai contoh mobil-mobilan yang memakai baterai bekas jalannya lambat atau tidak normal, setelah baterai kita ganti dengan yang baru atau baterai yang soak tadi diisi (di isi ulang) maka geraknya mainan kembali normal. Mobil-mobilan yang memakai baterai baru/telah diisi ulang (energi masih penuh) akan melakukan usaha yang lebih besar (jarak tempuh lebih jauh dalam waktu yang sama) daripada mobil-mobilan yang memakai baterai bekas. Dengan kata lain energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha) dan tentunya dengan kerja yang lebih keras akan menghasilkan energi yang lebih besar pula (loh..koq kaya kembali belajar fisika ya?hehe..). Sehubungan dengan kalimat motivasi diatas, ternyata Pertamina telah membuktikan ucapannya yaitu melalui Unit Bisnis Pelumas PT.Pertamina (Persero) telah meluncurkan pelumas berkualitas tinggi untuk pasar Australia, untuk lebih lengkap baca beritanya silahkan klik di SINI.

Namun, selain daripada itu mungkin masyarakat Indonesia pada umumnya pun memiliki harapan kepada PT.Pertamina yaitu selain dapat terus memajukan kualitas minyak bumi Indonesia ke seluruh dunia juga bisa mempertahankan harga jual minyak bumi nya ke masyarakat Indonesia seperti saat ini, jangan naek turun lagi maksudnya hehehe...





Maju terus pertamina, maju terus Indonesiaku! Kita buktiin bahwa Kerja Keras adalah Energi Kita






www.pertamina.com




note : tulisan ini tidak diikutsertakan dalam kompetisi blog pertamina, hanya menuangkan pikiran aja.

Motivator Islami : Mario Teguh


Tak disangka Motivator ulung pembawa acara Golden Ways di Metro TV ternyata seorang muslim sejati. Mungkin selama ini kita menyangka beliau adalah seorang yang beragama nasrani atau budha bahkan banyak yang menyangka sebagai seorang pendeta, karena dalam setiap acaranya Mario Teguh selalu mengunakan kata “Tuhan” untuk menggantikan kalimat “Allah”. Fakta Mario teguh seorang muslim atau beragama islam terungkap tatkala Metro TV menyiarkan acara Mario Teguh pada Minggu 19 Juli 2009 yang topiknya seputar ibadah Umrah yang dipandunya. Terlihat Mario teguh sedang berada di Madinah sambil mengenakan pakaian berhaji dan bertasbeh.


Jatidiri Mario Teguh sebagai seorang muslim juga diperkuat dengan wawancara yang dimuat di situs http://sufinews.com
Berikut artikel yang sudah dilansirkan oleh sufinews.com tentang keislaman Mario Teguh.
Sufinews: Formula yang anda tawarkan seperti Emotional Question (EQ) nya Daniel Goldman, begitu?
Mario Teguh : Kira-kira begitulah. Tapi saya mengistilahkannya dengan Emotional Intelegents atau Kecerdasan Emosi.
Sufinews:Jabarannya seperti apa?
Mario Teguh : Banyak cara yang ditawarkan orang dalam melatih responcibility seorang klien. Ada orang yang dilatih untuk berespon agresif terhadap stimuli. Ada juga yang berlatih merespon dengan cara melarikan diri. Ada pula yang menggunakan pendekatan bersembunyi atau mencari pembenaran diri pada apapun. Pada pendekatan yang terakhir ini apapun dibenarkan sebagai dukungan terhadap kebenaran diri karena mendapat serangan dari lingkungan. Nah paradigma ini yang biasanya dibangun dalam budaya. Sehingga muncul budaya kalau tidak setuju diam saja, nanti kalau sudah keterlaluan baru kita bereaksi. Nah ini mengakibatkan sekelompok orang untuk diam selama tidak setuju dan kalau sudah tidak tahan baru bereaksi dengan reaksi yang lebih agresif dan anarkis.
Kecerdasan emosi itu bukan semata kemampuan seseorang mengendalikan emosi pada tempat dan waktu tertentu. Dalam Kecerdasan Emosi seseorang dibekali semacam peta baku yang menjadi “rujukan” untuk respons terhadap spekuli, atau respons terhadap hubungan. Seorang anak yang sudah memiliki Peta Kecerdasan Emosi tidak akan berespons negatif ketika dihina sebab dalam dirinya sudah ada peta bahwa hanya orang yang rendah saja yang marah ketika direndahkan orang lain. Seseorang yang sudah memiliki Peta Kecerdasan Emosi tidak akan berespons negatif ketika dikatakan bodoh oleh pihak lainnya sebab dalam Peta Emosi yang dimilikinya ada petunjuk bahwa hanya orang bodoh saja yang mengatakan orang lain bodoh. Kalau secara kolektif bangsa ini di isi oleh individu-individu yang bereaksi positif terhadap apapun yang terjadi dilingkungan kita, yakinlah kehidupan berbegara dan berbangsa ini akan lebih damai dan syahdu. Jadi, penyemangatan yang kita bicarakan adalah penyemangatan yang memiliki muara pada pengertian-pengertian baik dan positif, bukan dari acara hingar bingar seperti musik keras atau teriak-teriak atau loncat-loncat atau melalui obat atau minuman yang membantu artificial kita untuk merasa kelihatannya seperti bersemangat. Penyemangatan yang demikian ini sesaat saja sifatnya. Di Jepang ada sebuah toko barang antik yang disediakan untuk para eksekutif yang tengah dilanda amarah. Disitu, orang boleh memecah berbagai jenis keramik yang ada dengan harapan setelah itu orang akan merasa lega karena amarahnya telah ditumpahkan pada barang-barang yang dipecahnya.
Sufinews:Anda menghindari pendekatan macam ini?
Mario Teguh : Ya. Seperti yang saya katakan barusan, pendekatan macam itu temporal saja sifatnya. Dan ini bukan pemecahan. Marah hanya bisa diobati dengan memaafkan. Menahan amarah tanpa memaafkan hanya akan menambah penyakit saja.
Sufinews: Tapi dalam konsep tasawuf, memaafkan itu harus dilatih terus menerus seiring dengan tumbuhnya “kedewasaan ruhaniah” seseorang. Masih dalam konteks tasawuf, memaafkan itu hasil perjuangan dari pengendalian kekuatan ghadhab (amarah) yang berada diantara dua tekanan; pengecut dan pemberang. Bagaimana menurut Anda?
Mario Teguh : Nah disinilah letak perbedaan antara Ilmu Kejiwaan Barat dengan Ilmu Kejiwaan dalam agama. Ilmu Kejiwaan Barat tidak menyertakan komponen keyakinan yang murni sebagai mekanisme manusia sebagai sebuah sistem, sedang Ilmu Kejiwaan dalam agama menyertakan proses bahwa manusia itu bagian dari sebuah keberadaan yang lebih besar, yakni Tuhan. Dan apa yang Anda sampaikan itu adalah bagian dari Ilmu Kejiwaan dalam agama. Apa yang Anda katakan itu memang sudah seharusnya demikian bagi orang yang sudah mengakui keberadaan Tuhan. Karena kalau kita sudah menerima Tuhan, semua waktu, tempat, keadaan dan kesempatan dipersembahkan hanya untuk Tuhan. Alasan kita tersenyum di pagi hari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun, berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukan semata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia, melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya. Kembali pada “memaafkan” yang Anda katakan, dia sebenarnya akibat dan bukan sifat. Memaafkan adalah sebuah peralihan dari pusat ego kepada altruisme. Orang-orang altruis dalam al-Quran disebut sebagai orang-orang yang berbuat baik (al-muhsinun; red). Semakin jelas disini bahwa memaafkan tak bisa direkayasa secara artificial dengan upacara pemutihan seperti acara halal bi halal misalnya. Serupa dengan memaafkan, kesabaran pun demikian. Ia bukan sifat tapi akibat. Ya, akibat dari karena ia mengerti resiko, mengerti reaksi yang tidak proporsional. Orang yang penyabar dan pemaaf itu sebenarnya cermin dari pengertian luas yang ia miliki. Karenanya kalau ada orang dilahirkan enggak bisa marah, itu bukan kesabaran tapi ketidaknormalan.
Sufinews: Saat memberikan terapi atau memotivasi, diantara Ilmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang anda gunakan?
Mario Teguh : Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya “peta” yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkan merupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Hal ini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu tak lepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencari kebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih sering dirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri. Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan, keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, atau kebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Pada saat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secara sempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yang terpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan dan merasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)? Dalam beragama bukan?!
Sufinews: Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Mario Teguh : Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalam menjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator) saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalu mengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.
Sufinews: Kenapa ?
Mario Teguh : Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan “ya !” terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama, Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch. Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain. Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlu mengunggul-unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.
Sufinews: Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Mario Teguh : Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhan manusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Saya tidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akan menunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsoft. Masih ada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada juga kan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Anda sendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga dengan agama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya, untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuan masing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa orang lain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatas memiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orang Islam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain.
Sufinews: Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semua pemeluk agama ?
Mario Teguh : “Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Anda sendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya, sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yang akan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atas semuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lain sebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilah yang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihat didekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Anda sendiri yang ada didalam cermin,” begitu kira-kira. Nah, menurut saya etos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yang ada didunia.
Sufinews: Anda ingin mengatakan bahwa dibalik cermin tersebut ada impian masa depan dan perencanaan strategis, begitu ?
Mario Teguh : Ya, tepat sekali. Salah satu pengamatan penting yang dapat ditemukan pada suatu perusahaan atau individu adalah perusahaan yang dapat mengetahui nilai utamanya dan dapat membuat perencanaan ke depan serta mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam mencapai misi dan visi perusahaan. Demikian pula dengan “perusahaan” Anda. Anda harus memiliki “impian” masa mendatang serta membuat perencanaan strategis yang harus dijalankan sesuai dengan proses yang direncanakan, sehingga Anda bisa mengerjakan apa yang harus Anda kerjakan dan bukan yang Anda senang kerjakan.
Sufinews: Jadi, menurut anda apa asset paling utama untuk perusahaan dan indvidu ?
Mario Teguh : Asset yang paling utama bagi suatu perusahaan dan individu adalah reputasi. Pemasaran adalah persaingan antar persepsi yang ada dibenak pelanggan dan bukan persaingan antara produk yang sebenarnya. Jadi, reputasi dan persepsi suatu perusahaan atau individu adalah sesuatu yang amat penting dalam mencapai kesuksesan.
Sufinews: Jika ditemukan kegagalan, dimana letak masalahnya?
Mario Teguh : Saya melihat hanya sales people yang gagal, yang disebabkan karena mereka banyak menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang kurang memberikan nilai-nilai kunci pada perusahaan kehidupan mereka. Sebaliknya, bagi para sales people yang sukses, umumnya mereka fokus pada aktifitas yang banyak memberikan nilai-nilai tambah dalam perusahaan kehidupannya.
Sufinews: Termasuk memberi nilai tambah estetika untuk perusahaan yang bernama Republik Indonesia karena kemerosotan perilaku bangsanya yang terjadi disana-sini?
Mario Teguh : Ha…ha…ha…Dalam sekali anda! Tapi memang benar, pengalaman estetika itu memang menjadi soal yang mendesak bagi masyarakat kita akhir belakangan ini. Sehingga mata pendidikan estetika pun menjadi pendidikan yang layak diakselarasi. Estetika bukan sebatas menyangkut kesenian semata, ini adalah peristiwa kebudayaan. Estetika itu awalnya adalah ketakjuban manusia dihadapan alam. Lalu alam itu mengajarkan bermacam-macam persoalan agar manusia meniru dan menduplikasinya. Sejak itulah lahir peristiwa kesenian. Didalam kesenian jiwa manusia diperkenalkan kepada nilai-nilai yang lebih luhur. Dari keluhuran seni, manusia tergerak untuk mencari pengalaman yang lebih tinggi dan bertemulah dengan pengalaman reliji. Dari seni pindahlah mereka kepada agama. Dari sekedar pengalaman estetik maka menginjaklah manusia kedalam pengalaman relejius.
Sufinews: Sama seperti para ahli tasawuf saat membahas cahaya dari proses manusia bahwa hidup adalah sebuah tamsil agung tentang perjalanan seorang manusia menembus lorong dirinya sendiri, tanpa kawan, tanpa bekal, tanpa lentera…..?
Mario Teguh : Ha…ha…ha…. Anda lebih paham soal itu. Kembali kepada pendidikan estetika tadi, itulah pendidikan yang hasilnya akan kita nikmati dalam bentuk nilai kepatuhan publik kepada hukum, tertib sosial, sikap mental masyarakat yang hidup dan menjunjung tinggi kedaulatan umum. Dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang peka terhadap alam dan kemanusiaan.
Sufinews: Sekaligus menjadi bangsa yang tampil lebih kuat dihadapan hasutan budaya pop dan tidak mudah memuja sesuatu yang sejatinya biasa-biasa saja cuma karena ia di populerkan oleh media massa ?
Mario Teguh : Ya. Hasil pendidikan itu membuat bangsa ini mudah mengenali sesuatu yang sejatinya indah dan gerah ketika melihat limbah.
Sufinews: Dengan cara apakah pendidikan estetika ini harus dijalankan ?
Mario Teguh : Oleh karena estetika itu lebih luas dari hanya mengenali lukisan cantik, tidak mudah memang untuk menyingkapnya. Tapi jika mau sederhana mulailah dari diri kita dan masing-masing komponen bangsa untuk kemudian para pemimpin yang besar visi estetik nya dan kesuksesan pun siap untuk dijelang.
Sufinews: Apa arti sukses menurut anda ?
Mario Teguh : Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesuksesan yang pernah diraihnya. Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses”. Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah
mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda.
Sufinews: Tapi sayang, umumnya, masyarakat kita menilai sukses seseorang dari ukuran-ukuran materi seperti merek mobil yang digunakan, mewahnya rumah yang dimiliki dan lain sebagainya.
Bagaimana komentar Anda ?
Mario Teguh : Ini jelas penilaian yang harus diluruskan sebab akan ada akibatnya; jika tidak kaya atau bergelimang harta maka seseorang tidak dikatakan sukses. Sehingga pada akhirnya berlomba-lomba setiap orang untuk mencari kekayaan yang lepas dari cara yang halal atau yang haram karena ia takut kalau dikatakan tidak sukses. Jika kekayaan itu sudah diraihnya, pasti ia mudah terlena dengan kekayaan itu. Dengan angkuh, ia mengklaim bahwa kekayaan yang ada padanya itu hasil jerih payahnya sendiri. Ia lupa bahwa kekayaan sesungguhnya bukanlah sebab melainkan akibat dari sukses yang diraihnya. Hemat saya, orang yang angkuh dengan apa yang dicapainya sebenarnya dia tidak berencana untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan yang lain.
Sufinews: Tandanya apa sich seseorang yang terjebak pada keangkuhan atau kesombongan?
Mario Teguh : Konon tidak seorang pun bisa masuk sorga kalau hatinya tinggi, arogansinya besar dan harga dirinya bengkak. Orang-orang arogan tidak bisa masuk sorga. Kira-kira begitulah secara spiritual. Tetapi didunia pekerjaan pun orang-orang yang kemudian masuk dalam jebakan kesombongan dan arogansi ditandai dengan perasaan luar biasa hebat, perasaan paling top, perasaan paling hebat, bahkan lupa sebenarnya dia sudah merasa lebih besar dari pada sejatinya. Perusahaan-perusahaan dan orang-orang demikian biasanya mulai mengalami proses penjatuhan atau proses penurunan.
Sufinews: Jadi, sombong itu awal dari kejatuhan individual maupun kejatuhan perusahaan?
Mario Teguh : Ya, awal dari kejatuhan individual atau kejatuhan perusahaan adalah ketika mereka lupa diri, arogansi dan sombong. Itulah yang bisa diungkapkan dari sejarah bisnis. Pada banyak produk-produk yang dulu terkenal, pemimpin besar, market leader, tapi kemudian sekarang hilang dari peredaran. Kenapa? Jawabanya adalah ketika mereka terjebak dalam kesombongan yang membuatnya rasa puas diri.
Sufinews: Dengan kata lain, sebaliknya, jika kita ingin maju kita harus rendah hati ?
Mario Teguh : Iya.
Sufinews: Rendah hati yang anda maksud ?
Mario Teguh : Ya, dia sejenis perasaan dimana kita bukan yang paling top, meski barangkali kita sudah duduk di tempat yang top.
Sufinews: Maksudnya ?
Mario Teguh : Bisa saja seorang duduk dikursi Presiden misalnya, Gubernur misalnya, pokoknya sudah paling top. Lalu dia tetap menunjukkan kerendahan hati, itu rendah hati namanya. Sebaliknya, jika seseorang duduk pada tempat yang tinggi, seperti pada jabatan-jabatan itu, namun ia arogan, maka orang tersebut berubah menjadi tirani, berubah menjadi dictator, bahkan fasis. Seseorang yang duduk dikedudukan tinggi tetapi rendah hati maka dia berubah menjadi pelayan, orang tersebut menyenangkan kita. Jadi sekali lagi, seorang yang rendah hati tidak merasa sudah paling tinggi meskipun barangkali dia sudah ditempat paling tinggi. Dengan kata lain, kerendahan hati adalah tidak menuntut apa yang tidak patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita. Mendahulukan orang lain dengan menolak mendahulukan apa yang patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita, itu kerendahan hati. Kerendahan hati adalah sebuah syarat dimana kita bisa belajar lebih lanjut. Ketinggian hati adalah sebuah kondisi dimana kita tidak belajar lagi karena sudah merasa paling top, paling pinter, paling luar biasa.
Sufinews: Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar, Imam Ibnu ‘Atha’illah, yang mengatakan, “Tanamkanlah ujudmu dalam bumi yang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belum ditanam, tidak sempurna hasilnya.” Pertanyaannya, bagaimana memupuk rasa rendah hati dalam diri kita ?
Mario Teguh : O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupuk kerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwa seluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya atau rahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, “Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku”, “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”. “Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku”, “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”.
Sufinews: Jika ditilik dari kehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hati yang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Mario Teguh : Persis seperti yang saya perhatikan selama ini. Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin.
Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.
Sufinews: Anda punya pengalaman keberislaman Anda?
Mario Teguh : Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang baru saja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agama mereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwa materi saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yang beragama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada di Al-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materi saya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikan semua apresiasi itu kepada-Nya
Sufinews: Pengalaman lain ?
Mario Teguh : Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?”

Subhanallah, Kita umat Muslim harus belajar untuk bisa menyampaikan dakwah seperti Mario Teguh, sudah tentu stigma negatif tentang Islam akan berkurang,Mau?

artikel diambil dari : sumbawanews.com

THE POWER OF SUCCESS

1. THE POWER OF BELIEVE (kekuatan dr sebuah pikiran)

"apapun yang anda pikirkan mengenai diri anda, selalu benar! Kalau anda berpikir bahwa anda seorang PEMENANG, maka segala tindakan, perbuatan hingga upaya yang anda lakukan pun, akan sesuai dengan standar para juara. Hasil akhirnya, anda menjadi gigih, kuat, dan berjuang hingga benar-benar menjadi seorang THE WINNER. TAPI.. kalau anda berpikir bahwa anda adalag seorang PECUNDANG, maka anda akan merintih, merengek, mengeluh, dan meratap, bak seorang pecundang. Anda akan setengah-setengah dalam berjuang, atau menjadi minder saat bertemu orang, hingga akhirnya kekalahan datang sesuai perkiraan. Maka sekali lagi, apa pun dugaan anda tentang diri sendiri, anda selalu BENAR!

IF YOU BELIEVE YOU CAN...YOU CAN !
IF OTHER PEOPLE CAN DO IT, YOU CAN DO IT TOO.


2. THE POWER OF GOALS (kekuatan dari sebuah pencapaian)

"merencanakan cita-cita, menuliskannya dengan terperinci bagaimana akan mencapainya & membayangkannya adalah hal-hal PENTING bagi sebuah KEBERHASILAN.
Kehormatan seseorang bukan dilihat dari apa yang ia miliki, tapi dari apa yang ia cita-citakan.

GALI, CARI & KEMBANGKAN KELEBIHAN yang anda miliki untuk memaksimalkan POTENSI sesuai dengan Peranan anda saat ini dalam kehidupan anda.

BE YOUR SELF!


3. THE POWER OF MOTIVATION (kekuatan memotivasi diri)

"ketika manusia mempunyai motivasi tinggi, sangatlah mudah untuk mencapai sesuatu yang mustahil, namun ketika mereka tidak termotivaci, sangat mustahil untuk mencapai sesuatu yang mudah. TEKAD untuk BERHASIL..TEKAD memang tidak segala-galanya...TAPI... tanpa TEKAD tidak bisa mendapat segalanya."

SETIAP MIMPI akan bisa menjadi kenyataan bila kita memiliki KEMAUAN & TEKAD untuk meraihnya.

besarnya hasrat & kemauan menentukan hasil dari sebuah perjuangan menuju kesuksesan.


4. THE POWER of POSSITIVE ATTITUDE (kekuatan Positif Hati & Pikiran/ Sikap positif)

"Sikap kita terhadap kehidupan ini menentukan sikap kehidupan terhadap kita.

KARAKTERISTIK seseorang bercitra diri negatif:
1. Pemikir negatif
2. Tidak percaya diri, Minder
3. Selalu bimbang dan ragu
4. "lunak" pada diri sendiri-hidupnya terlalu penuh dengan kemalasan, manja, loyo
5. Takut tantangan
6. Blok Mental (mental yg lemah)
7. PESIMIS 'penyakit si miskin"
8. TiDAK MAU BERUBAH jika salah
9. GENGSI
10. Banyak mengeluh
11. tidak disiplin
12. cepat puas diri

KARAKTERISTIK seseorg bercitra diri positif
1. selalu memiliki tujuan besar untuk diraih
2. penuh keyakinan, percaya diri
3. Optimis aktif
4. TEGAR (keras pada diri sendiri, tegas)
5. Senang tantangan
6. OPEN Minded
7. RAJIN
8. Disiplin
9. Bertanggung jawab & Jujur


5. THE POWER OF CONSISTENT & PERSISTENT ACTION

"Kerja keras adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai sukses, saya yakin anda dapat mencapai sesuatu apapun jika anda rela membayar harganya.(konsisten & kerja keras)

perubahan tidak akan terjadi, bila kita hanya menunggu saja, kita yang membuat perubahan itu terjadi, YES we can.

SUKSES merupakan kumpulan dari tindakan sederhana, diulang terus setiap hari.(konsisten & Fokus)


6. THE POWER OF AWARENESS (kekuatan kesadaran diri)

"Jika anda mengambil tidakan yang sama setiap hari, anda akan mendapatkan hasil yang sama. Jika anda menginginkan hasil yang berbeda, anda harus mengubah tindakan anda.

Hanya orang gila yang ingin sukses, tapi melakukan hal yangsama setiap harinya. (albert einstein)

Sungguh buang-buang waktu saja jika kita hanya mengeluhkan kekurangan kita, kita harus melanjutkan HIDUP. Orang-orang tidak akan memperdulikan kita jika kita hanya MARAH & MENGELUH dengan keadaan yang terjadi.

Orang sukses adalah mereka yang memiliki kemauan, keuletan, mau bekerja keras, serta tidak suka menyia-nyiakan waktu.


7. THE POWER of FAILURE (kekuatan untuk berani GAGAL)

"kesuksesan adalah kemampuan untuk melewati kegagalan kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat & antusiasme

Jangan biarkan rintangan menghalangi jalanmu untuk menggapai sukses.
Lebih mulia berani mencoba meskipun gagal, daripada tidak mencoba akibatnya mungkin sama, tapi kita bukanlah org yang sama.

KEGAGALAN adalah awal dari KEBERHASILAN
KESUKSESAN ada karena kita bisa mengatasi kegagalan-kegagalan kita, kita bisa atasi kegagalan kita bila kita fokus, mau berubah & jangan mudah menyerah.

LIFE IS A GAME, SOMETIMES YOU WIN and SOMETIMES YOU LEARN.(Hiudp adalah sebuah permainan, kadang-kadang anda BELAJAR)


8. THE POWER of SPIRITUAL (kekuatan pendekatan pada tuhan YME- DOA)

"kekuatan doa & pantang menyerah. seimbang antara dunia & akhirat"
Tuhan menciptakan kita tetapi ia memberikan kemampuan & kesempatan kepada kita untuk memilih menjadi insan seperti apa.

SUKSES butuh komitmen 100%
SUKSES butuh perjuangan
SUKSES butuh PENGORBANAN
SUKSES butuh keuletan
SUKSES butuh Kegigihan
& DOA adalah penyempurna dari segala usaha

DOA diperkuat
KERJA diperkeras
SUKSES akan menjadi milik anda!!


HIDUP adalah serangkaian pilihan yang dapat kita ambil setiap saat, karena kita punya hal untuk memilih, maka putuskan untuk memilih yang terbaik yang dapat kita ambil. Apapun pilihan yang kita hadapi, pilihlah secara ksatria dengan penuh kesiapan penuh untuk menanggung segala apapun yang menjadi resiko pilihan tersebut, berusahalah untuk BIJAKSANA dalam memilih, sesulit apapun pilihan itu. selalu gunakan KEJERNIHAN OTAK dan KELAPANGAN HATI untuk menentukan mana yang baik atau buruk. Hanya dengan kedewasaan dan kematangan dalam berpikir, maka hadirnya kesulitan yang terjadi akibat munculnya resiko karena pilihan sebelumnya, dapat menjadi pembelajaran penuh makna sebagai bekal menuju sukses sebenarnya.


Spirit for SUPERPOWER INDONESIA 2020

BANGKITLAH PEMUDA BANGKITLAH INDONESIAKU!!

SALAM SPEKTAKULER..


oleh : Agung Adithyawarman
Related Posts with Thumbnails